Belum aku temui teman-teman yang seindah dulu (bukan berarti mengebiri keelokan teman-temanku sekarang). Para teman yang selalu dekat di hati yang begitu sepenanggungan. Barangkali sepenanggungan itulah yang menjadi rumus pengikat kami-kami yang mencari jati diri ini. Bila mengenangnya, tentu ada haru dan gembira tersindiri. Untuk itu, aku ingin menyapanya semua: Apa kabar kalian, yang dulu kerap aku tertawai? Dan bagaimana berita kalian, yang juga sering mengejek mesra diriku dahulu? Percayalah, ibarat dalam pengkultusan sepak bola, kalian adalah taman (pemain) terbaik sepanjang masa.