Puisiku Puisi Balik Kanan Grak!
Teman, kita digariskan untuk dipersuakan oleh waktu di sini:
saling bertatap kemudian bersahabat
Tetapi teman, kedahagaan waktu itu kian pula dekat memaksa kita kembali dipisahkan
Banyak kisah dan kasih terlalui di ruangan ini
Bahkan kasih dalam kisah pun termanggut malu menggoda kebersamaan antara kita
Teman, kita telah tersurut larut dalam kantuk berhari berminggu
Kita hampir terbiasa terjaga pagi menertawai matahari yang terus kita tandingi sinarnya
Setelah itu teman, kita berkeringat senyum ketika telah istirahat di tempat di bangku makan.
Kemudian Teman, kita selalu menggerutu manja saat tiupan sangkakala mulai membanjarkan kita
Walau sedikit trauma, sempritan itu sungguh berjasa setia mempertemukan kita. Dan kita layak
mengirim rindu suatu saat padanya
Terakhir teman, kita benar-benar telah bertemali
Kita telah begitu mesra menjalani hari-hari ini
Sesayang kemesraan, yang akan berakhir, sesaat lagi di sini.
Padamu Negeri
Padamu negeri
Maafkan kami yang belum terampil berbakti
Terampil berbakti dari janji-janji yang masih terkebiri dan terkuliti
Bagimu negeri
Ampuni kami yang barangkali talah mengabdi, tapi masih terkarung dalam pengabdian fraksi pengerat hati nan getir
Namun, kami yakin
Sepanjang matahari terus menyinari
Selagi deras hujan masih membasahi
Tanah subur yang terus bergolak menumbuhi
Meski itu terseok, terolok, dan terkelok
Kami, sebagai anak negeri percaya dan yakin diri
Akan memberi kebanggaan hakiki untuk senyum ibu pertiwi.
*Puisi ini saya tulis & baca ketika acara perpisahan angkatan ke- 17 LPJ Kota Pariaman